Adabanyak nama lain dari Al Fatihah, diantaranya Ummul Quran, Ummul Kitab, Al Kafiyah, As- Sabul Masani dan lain-lain. Berikut lafaz Surat Al Fatihah dan artinya: Baca Juga: Bacaan Lengkap Surah Al Anam dari Ayat 1-165, Tulisan Latin dan Artinya. 1. Bismillaahirrahmaanirrahiimi. 2. Alhamdu lillaahi rabbi al'aalamiina. 3. Arrahmaanirrahiimi. Irob Al-Qur'an Surah Alfatihah Ayat 1-3*Ralat:Ada beberapa lafadz yang direvisi dalam pemilihan lafadz pada pengi'roban ayat di atas dalam versi arabnya den Irob/I'rab/Irob/Irab Juz Amma Surah 102 sd 114 + AlFatihah BERHAROKAT di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli I'rob/I'rab/Irob/Irab Juz Amma Surah 102 sd 114 + AlFatihah BERHAROKAT di Bang John E - Herbal. Bacaansholat dan artinya yang kita pelajari ini adalah surat al-Fatihah dan artinya. Lengkap dengan tulisan arab untuk lafadz aslinya. Ditambah tulisan latin untuk lafadz bacaannya, khusus bagi Anda yang belum bisa membaca tulisan arab. Tidak itu saja, bahkan lengkap pula dengan terjemahannya. Saya sudah membuat video bacaan sholat dan artinya Dijadikannya SURAT ALFATIHAH rukun dalam shalat karena : • Berdasarka n hadits Nabi "Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca fatihahnya al-Quran". • Berdasarka n hadits Nabi "Tidak mencukupi shalat yang didalamnya tidak dibaca Fatihahnya al-Quran". • Berdasarka n apa yang telah dilakukan oleh Nabi sebagimana keterangan SuratAl-Fatihah (23) 6. Do'a Rukuk 1 (24) 7. Do'a Rukuk 2 (25) 8. Do'a Saat Bangkit dari Ruku' (25) 9. Do'a Saat Berdiri Sempurna Setelah Ruku' (25) I'ROB & TERJEMAH TAFSIR RINGKAS AL-FATIHAH; I'ROB & TERJEMAH DO'A HARIAN; INSYAALLAH, SEGERA BUKU BARU Maret (1) Februari (5) Januari (2) IROB & TERJEMAH TAFSIR RINGKAS AL-FATIHAH I'ROB & TERJEMAH TAFSIR RINGKAS AL-FATIHAH. PEMBELIAN KLIK DI SINI-----oOo-----DAFTAR ISI. Pengantar Penulis (3) Cara Membaca I'rob (4) Cara Belajar (6) Surat Al-Fatihah (9) >>> BAGIAN 1: TANPA HAROKAT. 1. Al-Isti'adzah (11) 2. Al-Fatihah ayat 1 (12) 3. Al-Fatihah ayat 2 (13) 4. Al-Fatihah ayat 3 Isimmaushul mabni fathah, berada pada mahal Jer (Tempat I'rob Jer) menjadi mudhof ilaih. Fi'il madhi mabni sukun (Hukumnya tetap mabni fathah), karena bertemu dengan domir mutaharrik marfu'. domir muttashil mabni kasroh dan berada pada mahal jer, karena dijerkan denga huruf jer علي. Huruf yang menunjukkan jamak mudzakar (laki-laki Irob Surat Al-Fatihah بِسْمِ الباء حرف جر مبني على الكسر ، و (اسم) مجرور بالباء وعلامة جره الكسرة واجار والمجرور : - متعلق بفعل محذوف ، والتقدير : أقولُ بسم الله ، أو قُلْ بسم الله. SurahAl-Fatihah merupakan induk Al-Qur'an karena surat ini sebagai pembuka dalam urutan mushaf. Hadits diatas menunjukan keistimewaan surah Al-Fatihah yang menyimpan kisah luar biasa sekaligus kabar gembira bagi Rasul Muhammad dan Umat-Nya. Al-Fatihah adalah cahaya agung, hidayah dan keberkahan bagi Umat yang beriman kepada Allah Ta'ala. DvhUp5. Surah Info Surah Al-Fatihah is the first Surah of the Glorious Quran, although it is not the first in the order of revelation. The Surah is both a Du'a prayer and an introduction of the Quran. It teaches the basic principles of Islamic faith. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bismillāhir-raḥmānir-raḥīmi. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ Al-ḥamdu lillāhi rabbil-ālamīna. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ Ar-raḥmānir-raḥīmi. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ Māliki yaumid-dīni. Pemilik hari Pembalasan. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ Iyyāka nabudu wa iyyāka nastaīnu, Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīma. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ Ṣirāṭal-lażīna anamta alaihim, gairil-magḍūbi alaihim wa laḍ-ḍāllīna. yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Quick Links Yasin Al Waqiah Al Kahfi Al Mulk Ar Rahman An Nasr Al Baqarah At Tin Al Fatihah An Nas An Naba Al Qariah shiraatalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim wala ad-dhaaliin Shirratha badal muthabiq dari kalimat “Ash-shirat” sebelumnya, keadaannya mansub, dan tanda nasabnya adalah fathah yang nampak jelas. Sedangkan ia adalah mudhap. Alladziina Isim mausul, mabni fathah, menempati tempat jar berkedudukan menjadi mudhaf ilaih. An'amta fiil madhi mabni sukun, karena bersambungnya dengan huruf “Ta fail”. Sedangkan huruf “Ta” adalah dhamir kata ganti yang bersambung dengan fiil kata kerja keadaannya tetap fathah menempati tempat rofa’ berkedudukan fail. 'Alaihim “’Ala” adalah huruf jar mabni sukun, tidak ada i’rab baginya. Dan huruf “Ha” adalah dhamir kata ganti yang bersambung dengan fiil kata kerja keadaannya tetap kasrah menempati tempat majrur oleh “Ala”. Dan huruf “mim” adalah huruf yang menunjukan pada jama mudzakar. Dan jumlah fi’liyyah menjadi silah mausul. Sybhul jumlah dari jar-majrur menempati tempat nasab berkedudukan maf’ul bih. Ghairi badal dari kalimat “Alladzĩna” majrur. Badal nakirah dari kalimat yang ma’rifah, keadaannya majrur, dan tanda jarnya adalah kasrah yang nampak jelas diakhirnya. Dan ia adalah mudhaf. Al-Maghduub mudhaf ilaihi majrur, tanda jarnya adalah kasrah yang nampak jelas. 'Alaihim telah dijelaskan I’robnya pada kalimat “An’amta alaihim”. Sybhul jumlah jar-majrur menempati tempat rofa’ berkedudukan naib fail dari kalimat “Maghdub”, sebab ia adalah isim maf’ul. wa huruf “Wau” adalah huruf athaf tetap fathah, tidak ada tempat I’rab baginya. “Laa” Shilah bermakna “zaidah”, sebagai penguat menurut Ulama Basrah Sedangkan menurut Ulama Kuffah; adalah isim yang bermakna “ghairo” yaitu keadaannya ma’tuf. Waladhaaliin menurut pendapat ulama Basrah; ma’tuf kepada kalimat “Maghdhub” keadaannya majrur, dan tanda jar-nya adalah “ya”, sebagai peganti dari kasrah kerena jama’ mudzakar salim. Dan huruf “nun” adalah peganti dari tanwin ketika ada dalam keadaan mufrad. آمين isim fiil amr yang bermakna “ijabahlah”. Keadaannya tetap sukun. Dan diberi harakat dengan fathah untuk mencocokan dengan huruf “ya” sebelumnya. Dan failnya adalah tersembunyi, takdirnya adalah dhamir “anta” kamu. Tafsir ayat ke-7 shiraatalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim wala ad-dhaaliin yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Ayat ini sebagai tafsir sekaligus bukti bahwa “jalan yang lurus” itu adalah Islam. Sebagaimana Allah menjelaskan kembali dari makna “orang-orang yang telah Engkau beri nikmat” dengan sabda-Nya Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang Mengetahui. Qs. An-Nisa 69-70 Mereka itulah orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7. Ayat ini menjadi penegas sebagai perintah kepada umat manusia agar mengikuti langkah-langkah mereka yang telah Alloh beri nikmat Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan janganlah sekali-kali mengikuti orang-orang yang telah Allah murkai dan mereka yang sesat. Dari Ady’ bin Hatim, ia berkata aku bertanya keapda Nabi Saw. mengenai firman Allah “selain jalan al-maghdub” maka Rasulallah Saw menjawab mereka adalah kaum yahudi, dan “jalan adhalin”, Rasulullah Saw. menjawab kaum nashrani, merekalah yang sesat. Ibnu Katsir I110 Imam Al-Maraghi menjelaskan tentang pengertian Al-Maghdub dan Ad-Dhalin. Al-Maghdubi alaihim ialah orang yang telah menerima atau mendengar agama yang benar dan disyari’atkan Allah untuk hamba-hamba-Nya, tetapi mereka menolak dan mengasingkan diri tanpa mau melaihat sedikitpun. Mereka itu tidak mau menggunakan aqalnya didalam meneliti dalil-dalil yang ada. Tetapi mereka lebih menyukai taqlid mengikut warisan nenek moyang mereka. Mereka adalah orang-orang yang akan tertimpa kesusuahan, siksaan dan kehinaan dineraka jahannam, dan tempat kembalinya mereka adalah seburuk-buruk tempat. Dhallin, berarti mereka yang tidak mengetahui kebenaran. Atau tidak mengetahui dengan cara yang benar. Mereka itulah orang-orang yang belum pernah kedatangan seorang Rasulpun. Atau sudah pernah kedatangan seorang Rasul, tetapi nilai-nili kebenaran yang dibawa para Rasul itu kurang begitu jelas. Sehingga mereka tersesat dengan kebutaan dan tidak mendapatkan hidayah didalam menggapai cita-cita mereka. Intinya, mereka Al-Maghduh Yahudi mengetahui perkara benar, namun tidak mengamalkan, bahkan mengingkari kebenaran itu. Dan Ad-Dhalin Nasrani mereka banyak beramal dan melakukan ritual namun tidak berdasarkan perintah Allah sehingga mereka tersesat dengan keyakinannya yang salah. Perlu diketahui. Bahwa ayat ini sungguhpun menjelaskan akan keadaan Islam masa kini. Yaitu sybhu al-yahud dan syibhu an-nashoro, maksudnya Pertama; Syibhu Al-Yahud Yaitu umat Islam yang akan menyerupai tingkah laku dan karakter orang-orang yahudi. Dimana sebagian umat Islam akan mengetahui hukum-hukum Islam, mengenal Islam, namun enggan melaksanakan syari’at Islam, bahkan akan mengingkari hukum-hukum Al-Qur’an. Hal ini sebagaimana kita perhatikan, bahwa banyaknya gerakan-gerakan yang mengatas namakan Islam, namun tidak menggunakan hukum Islam Qur’an-Sunnah seutuhnya. Seperti JIL Jaringan Islam Liberal, Inkar Sunnah dll. Kedua; Syibhu An-Nashoro Yaitu umat Islam yang akan menyerupai tingkah laku dan karakter orang-oarng nashrani. Dimana sebagian umat Islam akan banyak melakukan peribadatan-peribadatan baik yang dipandang sunnah, wajib maupun nilai keutamaan, namun peribadatan itu sama sekali tidak ada perintahnya dari Allah dan Rasul-Nya, bahkan Rasulpun tidak mempraktikannya. Maka inilah yang di maksud dengan umat Islam akan menyerupai umat Nasrani. Dalam kitab Al-I’tisham I96, Syekh Ibrahim bin Al-Fadhl Al-Balkhi berkata hilangnya Islam itu disebabkan empat perkara 1. tidak mengamalkan apa yang mereka ketahui 2. mengamalkan apa yang tidak diketahui ilmuny 3. tidak belajar tentang apa-apa yang mereka tidak ketahui 4. menghalang-halangi manusia untuk belajar Mudah-mudahan kita semua terhindar dari sifat al-maghdub dan ad-dhalin. Aamien...